Umsida.ac.id – Warga Desa Wonoplintahan, Prambon antusias memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan fisioterapi gratis yang digelar mahasiswa KKN T 15 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) pada Sabtu, (8/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja unggulan KKN T 15 di bidang kesehatan masyarakat sekaligus bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan warga di lokasi pengabdian.
Lihat juga: KKN T 21 Kendalsewu Ajak Lansia Ikuti Posyandu dan Penyuluhan Mental Health
Berbeda dari pemeriksaan kesehatan pada umumnya, kegiatan ini turut menghadirkan layanan konsultasi dan pelayanan fisioterapi melalui kolaborasi mahasiswa KKN dengan mahasiswa Program Studi Fisioterapi Umsida.
Kolaborasi tersebut didampingi oleh Herista Novia Widanti, dosen Fisioterapi sekaligus Dosen Pembina Lapangan (DPL) KKN T 15 Umsida.
Fisioterapi Lengkapi Pemeriksaan Kesehatan Warga

Kehadiran layanan fisioterapi menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian warga.
Melalui layanan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pemeriksaan kondisi kesehatan dasar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kondisi fisik dan memperoleh pelayanan fisioterapi secara langsung.
Dalam kegiatan ini, warga dapat mengikuti pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat secara gratis.
Setelah pemeriksaan, warga mendapatkan penjelasan singkat mengenai hasil yang diperoleh, termasuk apakah hasil pemeriksaan berada dalam kategori normal atau memerlukan perhatian lebih lanjut.
Selain pemeriksaan kesehatan dasar, sesi fisioterapi memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan konsultasi dan pelayanan terkait kondisi fisik.
Mahasiswa Fisioterapi memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya menjaga fungsi dan kondisi tubuh sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas kesehatan secara menyeluruh.
“Kesehatan merupakan investasi jangka panjang. Melalui kegiatan sosialisasi, pemeriksaan kesehatan, serta konsultasi dan pelayanan fisioterapi ini,” ujar Ovi selaku penanggung jawab sesi fisioterapi.
Ia berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala agar masalah kesehatan dapat diketahui lebih dini.
Disambut Antusias Warga

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
Warga secara bergantian mengikuti rangkaian pemeriksaan dan memanfaatkan layanan fisioterapi yang tersedia.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara gratis di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kepala Desa Wonoplintahan, Joko Setyanggono ST, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, kegiatan yang digelar mahasiswa KKN T 15 memberikan manfaat bagi masyarakat yang belum tentu dapat mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Program yang sudah dijalankan oleh mahasiswa KKN dari Umsida ini sangat berguna untuk masyarakat. Karena meskipun setiap satu bulan sekali sudah ada program posyandu lansia, tidak semua warga bisa hadir,” terangnya.
Dengan adanya program ini, imbuh Joko, warga mendapatkan opsi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dengan dibantu oleh rekan-rekan mahasiswa KKN.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pemeliharaan kesehatan.
Kondisi seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan asam urat dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal.
Lihat juga: KKN T 27 Umsida dan Posyandu Remaja Latih Pertolongan Pertama di Desa Seketi
Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk
“Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan, konsultasi, dan pelayanan fisioterapi, semoga warga bisa lebih memperhatikan kesehatan dengan melakukan cek kesehatan secara berkala,” ucap Yahya Arif Nugroho, penanggung jawab kegiatan.(Silfi)














