siswa belajar ecoprint 1

Belajar Teknik Ecoprint, Siswa Buat Totebag Berbahan Alami Bersama KKN T 14 dan 21

Umsida.ac.id – Dua kelompok Kuliah Kerja Nyata Terpadu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (KKN T Umsida) mengenalkan teknik ecoprint kepada siswa sekolah dasar melalui praktik menghias tas kanvas menggunakan daun dan bunga.

Kegiatan pertama dilaksanakan oleh KKN T 14 Umsida bersama siswa kelas VI SDN Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, pada KAMis, (23/7/2026). 

Sementara itu, KKN T 21 Umsida mengadakan kegiatan serupa bersama 25 siswa kelas IV SDN Kendalsewu, Kecamatan Tarik, Minggu (26/7/2026).

Lihat juga: KKN T 25 Umsida Kenalkan Ecoprint kepada Siswa Sekolah Dasar

Di program ini siswa tidak hanya belajar menghasilkan karya seni, tetapi juga diajak mengenali potensi bahan alami di lingkungan sekitar. 

Daun dan bunga yang mudah ditemukan dapat dimanfaatkan untuk menciptakan motif unik pada permukaan kain.

Ubah Daun Menjadi Motif Alami

siswa belajar ecoprint 1

Dalam pelatihan di SDN Bulang, setiap siswa memperoleh satu totebag kanvas polos. 

Mereka kemudian memilih daun dan bunga, menyusunnya sesuai pola yang diinginkan, lalu memukulnya perlahan menggunakan palu kayu.

Teknik tersebut dikenal sebagai pounding, yakni memindahkan pigmen alami dari tumbuhan ke permukaan kain melalui tekanan atau pukulan. 

Perbedaan bentuk daun dan susunan yang dipilih membuat setiap totebag memiliki motif tersendiri.

Seluruh anggota KKN T 14 mendampingi siswa mulai dari memilih bahan, menyusun komposisi, hingga menentukan kekuatan pukulan agar motif terlihat jelas tanpa merusak kain.

Wakil Ketua KKN T 14 Umsida, Aisyah Nur Fazri, menjelaskan bahwa totebag dipilih karena dapat langsung digunakan oleh siswa setelah pelatihan.

“Kami ingin adik-adik tidak hanya mengenal ecoprint sebagai keterampilan, tetapi juga tahu bahwa alam sekitar mereka bisa menjadi sumber karya yang bernilai. Totebag kami pilih supaya hasilnya bisa langsung dipakai, bukan hanya disimpan,” ujarnya.

Proses pembuatan ecoprint di SDN Kendalsewu dilakukan dengan tahapan yang hampir sama. 

Mahasiswa menyediakan tas kanvas, daun, bunga, plastik sebagai alas dan penutup, serta batu sebagai alat untuk memindahkan warna alami tumbuhan ke kain.

Penanggung jawab kegiatan KKN T 21, Hawarin atau Arin, terlebih dahulu mengenalkan pengertian ecoprint dan manfaat penggunaan bahan alami. 

Lihat Juga :  Perubahan Iklim Jadi Tantangan Ketahanan Pangan, Pakar Umsida Beri Solusi

Para siswa kemudian diberi kebebasan menentukan bentuk serta susunan daun dan bunga yang digunakan.

Setelah bahan ditutup plastik, siswa memukulnya secara perlahan hingga pigmennya tercetak. 

Sisa tanaman kemudian dilepaskan untuk memperlihatkan pola alami yang terbentuk.

Ketua KKN T 21 Umsida, Muhammad Ali Fikri, menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berbagi pengetahuan.

“Kami berharap kegiatan ecoprint ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi adik-adik serta dapat menginspirasi mereka untuk terus berkarya dengan memanfaatkan potensi alam di sekitar,” ujarnya.

Ecoprint Latih Kreativitas Siswa

Praktik membuat suasana pembelajaran di kedua sekolah berlangsung aktif. 

Para siswa tampak sibuk memilih daun, mengatur komposisi, hingga membandingkan hasil karyanya dengan teman-teman.

Di SDN Bulang, Baim, salah satu siswa kelas VI, membandingkan penggunaan palu kayu dengan pengalamannya membuat ecoprint memakai batu.

“Dulu kami pernah mencoba memakai batu, tetapi kainnya mudah berlubang dan hasilnya kurang memuaskan. Kalau memakai palu kayu kecil seperti ini lebih mudah dan hasilnya jauh lebih bagus,” katanya.

Wali kelas VI SDN Bulang, Indah, mengatakan bahwa pelatihan tersebut memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh siswa. 

Selain memperoleh keterampilan baru, mereka belajar mengenali dan menghargai bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.

Totebag yang telah dihias juga tidak berhenti sebagai pajangan, tetapi dapat digunakan untuk membawa buku maupun perlengkapan sekolah.

Antusiasme serupa terlihat di SDN Kendalsewu. 

Setelah seluruh proses selesai, siswa menunjukkan tas kanvas hasil karya masing-masing dengan bangga. 

Perbedaan jenis daun, bunga, susunan bahan, dan kekuatan pukulan menghasilkan motif yang tidak sama.

Lihat juga: KKN T 16 Umsida Hadirkan Pojok Baca untuk Tingkatkan Literasi Masyarakat

Guru SDN Kendalsewu sekaligus penghubung kelompok KKN, Nasitul Aysiyah, mengapresiasi metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung.

“Anak-anak terlihat sangat antusias dari awal hingga akhir kegiatan. Semoga pengalaman ini dapat menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian mereka terhadap lingkungan,” ungkapnya.(Tasya/Bella)

Berita Terkini

orang tua wali wisudawan (3)
Cerita Orang Tua di Balik Perjuangan Wisudawan Umsida hingga Lulus
October 27, 2026By
wisudawan berprestasi umsida (2)
Wisudawan Umsida Temukan Jalan Prestasi dari Riset, Kompetisi, dan Keberanian
October 26, 2026By
pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

4 pilar pendidikan (7)
4 Pilar Pendidikan di Era Generasi Cemas
October 27, 2026By
pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By
ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By