Umsida.ac.id – Forum Ta’aruf Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Sidajro (Fortama Umsida) 2026 kembali menyambut sekitar 3.000 maba yang terbagi menjadi dua sesi.
Dalam pembukaan Fortama Umsida 2026 sesi pertama, Sabtu (15/8), Rektor Umsida Dr Hidayatulloh MSi mengajak mereka tidak hanya siap menjalani perkuliahan, tetapi juga tumbuh sebagai generasi berkarakter, adaptif, dan berani berprestasi.
Lihat juga: IMEI Umsida Tancap Gas di Shell Eco Marathon Qatar 2026 dengan Improvisasi Kendaraan Listrik
Fortama Umsida 2026 mengangkat tema “Membangun Generasi Berkarakter Unggul, Adaptif dan Berdampak untuk Indonesia Berkemajuan.”
Menurutnya, tema tersebut relevan dengan perjalanan panjang Umsida yang telah dirancang melalui sejumlah milestone hingga 2038.
Fortama Umsida 2026 Kenalkan Arah Perjalanan Kampus
Di hadapan sekitar 1.300 mahasiswa baru di Fortama sesi 1 ini, ia menjelaskan bahwa Umsida terus mengalami perkembangan.
“Pada tahun akademik 2025–2026, Umsida telah memiliki tiga kampus, sekitar 11.500 mahasiswa, dan 37 program studi,” terangnya.
Perkembangan tersebut diarahkan melalui visi Umsida sebagai perguruan tinggi unggul dan inovatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berdasarkan nilai-nilai Islam untuk kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa milestone pertama Good University Governance telah dijalankan pada periode 2018–2022.
“Sejak saat inilah semua layanan kampus dikembangkan melalui sistem informasi yang terintegrasi, mulai dari akademik, keuangan, hingga kegiatan kemahasiswaan,” tutur Dr Hidayatulloh.
Periode berikutnya, 2022–2026, diarahkan pada National Recognition.
Dan mulai September 2026, Umsida akan memasuki milestone ketiga, yakni National Competitiveness.
Perjalanan tersebut nantinya diarahkan hingga Umsida memiliki daya saing yang semakin kuat di tingkat ASEAN pada 2034–2038.
Ajak Maba Tangkap Peluang Prestasi

Masuknya Umsida ke fase National Competitiveness juga membawa konsekuensi bagi mahasiswa.
“Kita tidak hanya mendorong dosen untuk berprestasi. Mahasiswa juga kami dorong untuk mengikuti berbagai kompetisi di level nasional dan internasional,” jelasnya.
Lantas ia menjelaskan prestasi Umsida dalam satu tahun terakhir.
Tercatat ada 51 prestasi akademik dan 152 prestasi non akademik di tingkat nasional.
Pada level internasional, terdapat 15 prestasi akademik dan 24 prestasi non akademik.
Ia menuturkan bahwa mahasiswa Umsida kini lebih banyak membidik kompetisi tingkat nasional dan internasional dibandingkan level regional.
“Karena kita sudah mempunyai landasan yang sangat kuat. Virus need for achievement sudah menggulir di Umsida. Tinggal adik-adik nanti menangkap peluang, meneruskan kebiasaan baik yang telah ditorehkan oleh mahasiswa,” pesan Dr Hidayatulloh.
Dr Hidayatulloh juga menyampaikan bahwa salah satu pemeringkatan pada 2025 menempatkan Umsida di posisi keenam dalam daftar 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Paparkan Fasilitas Baru saat Fortama
Selain membahas prestasi dan arah universitas, Dr hidayatulloh juga mengenalkan sejumlah perkembangan fasilitas yang akan mendukung kegiatan akademik mahasiswa.
Setelah memiliki Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi, Umsida saat ini tengah menyelesaikan pembangunan rumah sakit umum.
Rumah sakit tersebut nantinya direncanakan untuk melayani masyarakat umum sekaligus mendukung kegiatan praktik mahasiswa Kedokteran dan Kedokteran Gigi.
“Mohon doa restunya, mudah-mudahan bisa segera selesai. Target kami satu bulan ke depan pembangunannya selesai, setelah itu kami akan mengurus izin operasional,” jelasnya.
Lihat juga: Isu Pendidikan Tinggi Ini Jadi Topik Diskusi Umsida dan DPR RI Komisi X
Baginya, mahasiswa yang bergabung tahun ini akan menjadi bagian dari perjalanan Umsida ketika universitas mulai memasuki tahap National Competitiveness.
Karena itu, sejak Fortama mereka mulai dikenalkan dengan arah kampus sekaligus budaya yang ingin terus dikembangkan yakni berkarakter, adaptif, memiliki semangat berprestasi, dan berdampak.(Dhona)














