Umsida.ac.id – Mulai dari informasi APBDes, pelayanan surat, potensi wisata, hingga produk UMKM Desa Kedungbocok kini dihimpun dalam satu website yang dikembangkan KKNT 22 Umsida.
Platform bernama Kedungbocok Digital itu disiapkan agar informasi desa lebih mudah diakses sekaligus dapat dikelola secara mandiri oleh perangkat desa.
Lihat juga: KKN P 38 Umsida Ubah Limbah Kulit Kopi di Wonokerto Jadi Briket Bernilai Ekonomi
Program “Kedungbocok Digital: Pengembangan Website Desa sebagai Media Informasi dan Promosi” dilaksanakan di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo pada Sabtu, (8/8/2026).
Website itu dapat diakses melalui desakedungbocok.com.
“Kami melihat belum optimalnya kanal digital yang dapat dikelola langsung oleh perangkat desa untuk menyampaikan informasi maupun memperkenalkan berbagai potensi lokal,” terang Nur Ahmad, Ketua Tim KKN.
Website Desa Satukan Informasi dalam Satu Platform
Kedungbocok Digital disusun dengan sejumlah menu, seperti Profil, Layanan Publik, APBDes, Wisata & Budaya, UMKM, Berita, serta Hubungi Kami.
Pada halaman profil, pengguna dapat menemukan informasi mengenai sejarah Desa Kedungbocok yang terdiri dari enam dusun, sejarah pemerintahan, visi dan misi, struktur perangkat, hingga kondisi demografis dan wilayah desa.
Sementara menu APBDes digunakan untuk menyampaikan informasi pengelolaan anggaran Desa Kedungbocok.
Potensi wisata dan budaya ditempatkan pada halaman tersendiri, sedangkan produk warga dikenalkan melalui katalog UMKM.
Menu berita juga tersedia agar pemerintah desa mempunyai ruang untuk mempublikasikan kegiatan dan perkembangan terbaru secara berkala.
Ahmad berharap website tersebut dapat menjadi pintu pertama bagi masyarakat luar ketika ingin mengenal Kedungbocok.
“Kami ingin website ini menjadi wajah baru Desa Kedungbocok di ranah digital, tempat masyarakat luar bisa mengenal potensi desa lebih dekat, sekaligus mempermudah warga mengakses informasi resmi dari pemerintah desa,” ujarnya.
Dilengkapi Layanan Surat Digital
Pengembangan website tidak hanya difokuskan pada publikasi.
Tim KKN juga memasukkan layanan surat keterangan digital agar masyarakat dapat mengajukan kebutuhan administrasi secara lebih praktis.
Permohonan yang diajukan warga nantinya masuk ke sistem administrasi desa sehingga perangkat dapat menindaklanjutinya tanpa seluruh proses harus dimulai dengan kedatangan warga ke kantor desa.
“Fitur tersebut menjadi salah satu pembeda dari kanal yang sebelumnya tersedia,” lanjut Ahmad.
Mahasiswa menemukan bahwa perangkat Desa Kedungbocok memiliki keterbatasan akses untuk melakukan pembaruan maupun penyesuaian konten pada website resmi yang pengelolaannya tidak sepenuhnya berada di tingkat desa.
Karena itu, desakedungbocok.com dikembangkan dengan skema pengelolaan internal bersama perangkat desa.
Setelah masa KKN berakhir, imbuhnya, pengelolaan akan diserahkan kepada Khusnul Khotimah selaku Kaur Tata Usaha dan Umum Desa Kedungbocok.
Website Desa Jadi Etalase UMKM dan Potensi Lokal
Potensi ekonomi masyarakat turut mendapat ruang dalam Kedungbocok Digital.
Tim KKN menyiapkan katalog produk UMKM agar website tidak hanya berfungsi sebagai kanal pemerintahan, tetapi juga menjadi media promosi usaha warga.
Melalui halaman tersebut, produk lokal dapat dikenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Begitu juga pada sektor wisata dan budaya yang selama ini dinilai belum terekspos secara maksimal,” katanya.
Pembangunan website dilakukan secara bertahap, dimulai dari observasi dan diskusi bersama perangkat desa untuk menghimpun data.
Tim KKN menyusun desain antarmuka, mengembangkan sistem, hingga menyiapkan konten sesuai kebutuhan desa.
Proses tersebut diakhiri dengan pelatihan pengelolaan website yang diberikan Rakha dan Fay kepada perangkat desa pada Sabtu (8/8/2026).
Pelatihan menjadi bagian penting agar platform yang telah dibuat tidak berhenti sebagai luaran KKN, tetapi tetap dapat diperbarui setelah mahasiswa meninggalkan desa.
Website Desa Disiapkan untuk Dikelola Mandiri

Khusnul Khotimah, KAUR TU dan Umum menyambut baik pengembangan Kedungbocok Digital karena dinilai membantu pekerjaan pemerintah desa sekaligus mempermudah masyarakat mencari informasi.
“Kedungbocok Digital dari adik-adik KKNT 22 Umsida ini sangat membantu kami. Sekarang informasi desa jadi lebih mudah diakses masyarakat, dan kami di kantor desa juga terbantu dalam pelayanan. Semoga bisa kami kelola dan kembangkan ke depannya,” ungkapnya.
Lihat juga: HIV/AIDS di Sidoarjo Meningkat, KKN T 19 Buat Program SIGAP
Keberlanjutan menjadi salah satu perhatian utama dalam program tersebut.
Karena itu, mahasiswa tidak hanya menyerahkan platform dalam bentuk jadi, tetapi juga memberikan pengetahuan dasar kepada perangkat yang nantinya bertanggung jawab melakukan pembaruan.(Sukma)














