Sidoarjo Youth Safeguard

Umsida Jadi Tuan Rumah Sidoarjo Youth Safeguard 2026, Bekali 1.000 Pelajar Jaga Diri dan Masa Depan

Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menjadi tuan rumah Sidoarjo Youth Safeguard 2026.

Ini merupakan forum edukasi kesehatan remaja yang diikuti sekitar 1.000 siswa SMA sederajat se-Kabupaten Sidoarjo bersama kepala sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK) pada Selasa, (5/8/2026) di Auditorium KH Ahmad Dahlan GKB 2 Kampus 1 Umsida.

Bertajuk “Gen-Z Talk: Edukasi Seksualitas Keren, Sehat Fisik-Mental Tanpa Penyimpangan”, Sidoarjo Youth Safeguard membahas kesehatan reproduksi, kesehatan mental, kemampuan menjaga diri, hingga bagaimana remaja menghadapi tekanan lingkungan dan berbagai informasi yang mereka temui di era digital.

Lihat juga: Umsida Jadi Tuan Rumah Penguatan Penelitian dan Pengabdian 20 Perguruan Tinggi LLDIKTI VII

Sidoarjo Youth Safeguard 2026 melibatkan berbagai pihak, di antaranya Umsida, IKA Universitas Airlangga, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dan SMA sederajat di Sidoarjo. 

Sidoarjo Youth Safeguard Tak Sekadar Memberi Informasi

Sidoarjo Youth Safeguard

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina MKes, menekankan bahwa edukasi kepada generasi muda tidak cukup hanya dengan memberikan pengetahuan.

Menurutnya, remaja perlu mempunyai keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat ketika berhadapan dengan perilaku berisiko maupun tekanan dari lingkungan sekitar.

“Saya ingin kalian menjadi jauh lebih cerdas lagi, menjadi generasi yang berani menjaga diri, berani mengatakan tidak terhadap perilaku berisiko, berani melawan stigma, berani mengingatkan teman, dan berani menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi yang pintar secara akademik, tetapi juga sehat, memiliki karakter, peduli, dan bertanggung jawab.

Karena itu, sekolah juga memiliki posisi penting dalam menyediakan lingkungan yang aman bagi siswa untuk memperoleh informasi maupun mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.

Menurut dr Lakhsmie, keberadaan guru BK sangat strategis karena tidak semua persoalan dapat diceritakan siswa kepada orang tua. 

“Kadang siswa tidak bercerita kepada orang tua, tetapi bercerita kepada guru. Karena itu, Bapak dan Ibu guru BK perlu hadir sebagai pendengar yang baik, memberikan informasi yang benar, dan mengarahkan menuju layanan kesehatan ketika diperlukan,” jelasnya.

Lihat Juga :  Hadir di Wisuda Umsida, 2 Tokoh Muhammadiyah Ajak Wisudawan Bangun Bangsa lewat Pendidikan
Umsida Dorong Generasi Muda Berani Berprestasi

 

Sidoarjo Youth SafeguardRektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan pesan kepada para pelajar agar tidak membatasi diri berdasarkan status sekolah maupun perguruan tinggi.

Ia menegaskan bahwa ukuran utama seseorang bukan terletak pada apakah ia berasal dari institusi negeri atau swasta, tetapi pada kemauan untuk menunjukkan prestasi.

“Tidak ada bedanya pelajar negeri dan pelajar swasta, tidak ada bedanya mahasiswa PTN dan mahasiswa PTS. Yang membedakan adalah siapa yang berprestasi,” tegasnya.

Di hadapan para siswa, ia memperkenalkan sejumlah perkembangan Umsida dalam beberapa tahun terakhir. 

Mulai dari penguatan akreditasi program studi hingga berbagai capaian mahasiswa dan institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu contoh yang ia sampaikan ialah capaian tim mahasiswa Umsida yang mampu mempertahankan prestasi dalam kompetisi internasional.

Ia berharap semangat tersebut dapat mendorong peserta Sidoarjo Youth Safeguard untuk membangun masa depan melalui pendidikan, kesehatan, dan prestasi.

Bicara tentang Masa Depan Generasi

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKA Universitas Airlangga, Dr Indra Nur Fauzi SE MSi, melihat isu yang dibahas melalui Sidoarjo Youth Safeguard bukan hanya berkaitan dengan kondisi remaja saat ini.

Menurutnya, perubahan pola interaksi serta keterbukaan informasi membuat tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks dan tidak dapat dilihat hanya dari satu disiplin keilmuan.

“Ketika kita berbicara tentang Youth Safeguard, sebenarnya kita tidak hanya berbicara tentang saat ini, tetapi tentang masa depan dan generasi mendatang,” tuturnya.

Karena itu, imbuhnya, pendekatan yang diberikan kepada remaja perlu melibatkan berbagai perspektif agar mereka memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai kesehatan, perilaku, dan konsekuensi dari keputusan yang dibuat.

Lihat juga: Umsida Jadi Tuan Rumah Munas III LSP PTMA, Perkuat Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa

Selain menjadi lokasi penyelenggaraan, Umsida juga menjalin kerja sama dengan IKA Universitas Airlangga melalui Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi (FKKG).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dalam kegiatan tersebut.(Dhona)