pelatiahn coding plugged

Dosen Umsida Kenalkan Coding Ramah Anak untuk Guru PAUD

Umsida.ac.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyelenggarakan Pelatihan Integrasi Pembelajaran Coding Plugged di PAUD di TK Aisyiyah Randegan, Tanggulangin-Sidoarjo.

Tim pengabdian ini diketuai oleh Dr Choirun Nisak Aulina MPd dengan anggota Fitria Nur Hasanah MPd, Nihlatul Qudus Sukma Nirwana SE MM CRP, serta melibatkan beberapa mahasiswa.

Lihat juga: Abdimas Umsida Latih 10 UMKM Jabon, Mulai Proses Produksi Pangan Hingga Sertifikasi Halal

“Anak-anak tumbuh pada zaman yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Karena itu, pendidikan juga perlu beradaptasi,” ujar Dr Nisak, ketua tim.

Namun, imbuhnya, adaptasi tersebut tetap harus berpijak pada kebutuhan perkembangan anak.

Digelar pada Rabu, (9/9/2026), abdimas ini diikuti oleh 36 kepala sekolah dan guru PAUD.

Keberlanjutan Abdimas Pembelajaran Coding

Abdimas ini bagian dari rangkaian Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Diktisaintek Tahun 2026, dengan tema “Pembelajaran Coding Berbasis Game dan Literasi Digital Ramah Anak dengan Pendekatan Manajemen Risiko.”

Jika pada kegiatan sebelumnya guru diperkenalkan dengan konsep coding melalui aktivitas permainan tanpa menggunakan perangkat digital, pada kegiatan kali ini peserta mendapatkan pengalaman berbeda. 

Para guru diajak mengenal pemanfaatan perangkat digital dan praktek pembuatan game digital sederhana yang dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran anak usia dini.

“Guru mempunyai peran yang sangat penting. Teknologi seharusnya tidak hanya menjadikan anak sebagai pengguna atau penonton,” ujarnya.

Dr Nisak menjelaskan bahwa integrasi coding dalam pembelajaran PAUD bukan ditujukan untuk menjadikan anak sebagai programmer sejak usia dini. 

Menurutnya, coding di PAUD bukan berarti anak harus belajar bahasa pemrograman yang rumit. 

“Yang ingin dibangun adalah cara berpikirnya, seperti memahami urutan, mengenali pola, mengikuti dan menyusun instruksi, memecahkan masalah, mencoba kembali ketika mengalami kesalahan, serta menemukan berbagai alternatif penyelesaian,” jelas Dr Nisak.

Ia menambahkan bahwa kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan computational thinking yang dapat diperkenalkan sejak usia dini melalui aktivitas sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Teknologi Tetap Harus Ramah Anak

Selain memperkenalkan keterampilan teknis dalam pembelajaran coding, kegiatan ini juga menekankan pentingnya literasi digital ramah anak dan manajemen risiko.

Dr Nisak menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAUD perlu mempertimbangkan tujuan penggunaan, durasi, pendampingan guru, keamanan konten, interaksi sosial, serta keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas nyata.

Karena itu, integrasi coding unplugged dan plugged dalam program tersebut dirancang untuk saling melengkapi. 

Aktivitas tanpa perangkat digital tetap menjadi bagian penting, sedangkan teknologi digunakan sebagai salah satu alternatif untuk memperkaya pengalaman belajar anak.

Lihat Juga :  Berani Bicara dan Menolak Bullying, Bekal Baru Siswa SDN Kendalsewu dari KKN T 21 Umsida

Pada pelatihan coding plugged ini, materi disampaikan oleh Fitria Nur Hasanah MPd, dosen yang memiliki kepakaran di bidang Pendidikan Teknologi dan Informasi.

Ia tidak hanya memberikan pemahaman mengenai konsep dan pentingnya integrasi coding plugged dalam pembelajaran PAUD, tetapi juga mendampingi peserta dalam praktik langsung membuat game digital sederhana.

Peserta belajar menyusun alur permainan, menentukan objek, membuat instruksi, mengatur respons dalam permainan, serta menghubungkan game yang dibuat dengan tujuan dan tema pembelajaran di PAUD.

Menurut Fitria, pengenalan coding kepada guru PAUD perlu dilakukan melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif agar guru memiliki pengalaman langsung sebelum mengimplementasikannya kepada anak.

“Guru tidak harus memiliki latar belakang sebagai programmer untuk mulai mengenalkan coding kepada anak,” jelasnya.

Yang paling penting, menurutnya,  adalah memahami logika dasarnya dan bagaimana konsep tersebut diterjemahkan menjadi aktivitas bermain yang sederhana, menarik, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Ia juga menekankan bahwa praktik membuat game digital memberikan pengalaman kepada guru untuk memahami prinsip dasar coding seperti sequence atau urutan, instruksi, logika sebab-akibat, pemecahan masalah, serta proses mencoba dan memperbaiki kesalahan.

“Ketika guru mengalami sendiri proses membuat game, mencoba instruksi, menemukan kesalahan, lalu memperbaikinya, sebenarnya guru juga sedang mengalami proses computational thinking,” tuturnya.

Pengalaman inilah yang nantinya dapat diterjemahkan ke dalam kegiatan belajar anak secara lebih sederhana.

Guru Gunakan Coding untuk Media Belajar

pelatiahn coding plugged

Pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mencoba berbagai fitur, berdiskusi dengan peserta lain, memperbaiki kesalahan yang muncul, hingga melihat game digital yang mereka buat dapat dijalankan.

Uswatun Hasanah, salah satu guru TK Aisyiyah 5 Kalitengah mengungkapkan,

Ia menjelaskan bahwa selama ini kami lebih sering menggunakan media digital yang sudah tersedia. 

“Melalui pelatihan ini kami mendapatkan pengalaman bahwa guru ternyata juga bisa membuat permainan digital sederhana sendiri. Karena langsung praktik, kami menjadi lebih mudah memahami bagaimana coding dapat diterapkan dalam pembelajaran anak usia dini,” jelasnya

Sementara itu, Yuni, guru RA Aisyiyah Kedungbanteng menyampaikan, “Dari kegiatan ini kami memahami bahwa penggunaan teknologi untuk anak harus memiliki tujuan yang jelas,” ujarnya.

Lihat juga: Abdimas Umsida Bekali Siswa dengan Skill Frontliner Bank Syariah Melalui Role Play Interaktif

Di sini anak tidak hanya melihat atau bermain dengan gadget, tetapi guru harus merancang kegiatan agar anak tetap berpikir, mencoba, dan terlibat aktif. 

Pelatihan ini memberikan banyak ide baru yang bisa kami kembangkan dalam pembelajaran.(Nisak)

Berita Terkini

pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By
hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By

Opini

pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By
ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By