Unit Layanan Disabilitas 2

Langkah Awal Pembentukan Unit Layanan Disabilitas, Umsida Benchmarking ke UB

Umsida.ac.id – Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi yang inklusif, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (SLDPI) Universitas Brawijaya pada Kamis, (20/8).

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal Umsida dalam mempersiapkan pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di lingkungan universitas.

Lihat juga: Inovasi Dosen Umsida untuk Bantu Orang Tua ABK Mendapat Penghargaan di KISI 2025

Kegiatan benchmarking dipimpin oleh Prof Hana Catur Wahyuni ST MT, dengan Cholifah MKes sebagai Ketua Pelaksana.

Rencana Umsida Buat Layanan Disabilitas

Unit Layanan Disabilitas 2

Dalam benchmarking ini, tim Umsida mempelajari berbagai aspek penting dalam pengembangan layanan disabilitas dan pendidikan inklusif. 

Pembahasan meliputi struktur kelembagaan, tata kelola organisasi, sumber daya manusia, mekanisme penerimaan dan identifikasi kebutuhan mahasiswa, sistem pendampingan, serta pola koordinasi dengan fakultas, program studi, dosen, dan tenaga kependidikan.

Selain tata kelola kelembagaan, tim Umsida juga memperoleh wawasan mengenai penyediaan akomodasi yang layak, aksesibilitas sarana dan prasarana, pendampingan kegiatan akademik, serta pengembangan lingkungan kampus yang ramah terhadap keberagaman kebutuhan mahasiswa. 

Cholifah menjelaskan bahwa unjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari secara langsung tata kelola, sistem manajemen, serta berbagai bentuk layanan pendidikan inklusif yang telah dikembangkan oleh Universitas Brawijaya.

“Menurut kami, pembentukan ULD merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang memberikan kesempatan setara kepada seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas maupun mahasiswa yang membutuhkan layanan pendidikan khusus,” terangnya.

Ia melanjutkan bahwa keberadaan ULD nantinya dapat menjadi pusat layanan yang mampu memfasilitasi mahasiswa dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan.

“Setiap anak memiliki keistimewaan, potensi, dan kebutuhan yang berbeda,” jelas Cholifah.

Ketika mereka memasuki perguruan tinggi, imbuhnya, tentu pihak kampus memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka tetap memperoleh kesempatan belajar, berkembang, dan berprestasi secara optimal. 

Lihat Juga :  Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD di Tahun 2027, Dosen Umsida Soroti Hal Ini

“Karena itu, ULD sangat penting sebagai wadah yang dapat memfasilitasi anak-anak istimewa agar mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Direktur Direktorat Akademik Umsida itu.

Tidak Cukup Dibentuk Secara Administratif

Unit Layanan Disabilitas 2

Sebagai Direktur Direktorat Akademik, Cholifah menambahkan bahwa keberadaan ULD bukan sekadar untuk memenuhi aspek kelembagaan, tetapi menjadi bagian dari komitmen universitas dalam menghadirkan sistem akademik yang lebih inklusif.

“ULD tidak cukup hanya dibentuk secara administratif. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana unit tersebut nantinya benar-benar hadir dan memberikan layanan,” tambahnya. 

Mulai dari membantu mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa, mendampingi proses pembelajaran, memberikan rekomendasi akomodasi yang layak, hingga membangun koordinasi dengan dosen, program studi, fakultas, serta unit-unit lain di universitas.

Sementara itu, Cyndiarnis Cahyaning Putri MKn selaku Humas Subdirektorat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (SLDPI) UB, menyampaikan bahwa pengembangan layanan disabilitas di perguruan tinggi membutuhkan komitmen bersama dari seluruh sivitas akademika.

“Layanan disabilitas bukan hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi bagaimana perguruan tinggi mampu membangun sistem yang memastikan mahasiswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” jelasnya.

Menurut Cyndiarnis, keberhasilan layanan inklusi sangat bergantung pada kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh unit yang ada di perguruan tinggi,” jelas.

Lihat juga: Disability Festival 2025 Jadi Ruang Inklusi Mahasiswa Umsida untuk Tunjukkan Kreativitas

“Hal terpenting dalam membangun layanan disabilitas adalah memiliki komitmen kelembagaan yang kuat, memahami kebutuhan mahasiswa, serta menyediakan layanan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui benchmarking ini, Umsida mendapatkan berbagai referensi terkait penyediaan akomodasi yang layak, aksesibilitas sarana dan prasarana, pendampingan akademik, serta strategi membangun lingkungan kampus yang inklusif. 

Di bawah arahan Wakil Rektor I Umsida dan koordinasi Direktorat Akademik, hasil benchmarking akan menjadi dasar dalam merancang kelembagaan ULD Umsida.(Noly)

Berita Terkini

orang tua wali wisudawan (3)
Cerita Orang Tua di Balik Perjuangan Wisudawan Umsida hingga Lulus
October 27, 2026By
wisudawan berprestasi umsida (2)
Wisudawan Umsida Temukan Jalan Prestasi dari Riset, Kompetisi, dan Keberanian
October 26, 2026By
pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

4 pilar pendidikan (7)
4 Pilar Pendidikan di Era Generasi Cemas
October 27, 2026By
pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By
ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By